Mau Tulisanmu Dibaca dan Dishare Banyak Orang? 3 Cara Bikin Kalimat Pembuka Ini Bisa Jadi Patokan!

Banyak tulisan yang secara ide sebenarnya bagus dan menarik tapi terlewat begitu saja hanya karena si penulis gagal mengawalinya dengan kalimat pembuka yang ciamik. Sementara judul-judul yang terlalu bombastis, justru seringnya terkesan menipu karena ternyata isinya sangat hambar, lebih-lebih melenceng dari judul.

Maka kalimat pembuka menjadi amat penting. Kalimat pembuka yang menarik dan efektif akan membuat pembaca tergugah untuk membaca kalimat-kalimat berikutnya hingga tuntas.

Demikian sebaliknya, first sentence yang lemah serta bertele-tele cuma juga akan buat pembaca malas lantas berpindah ke beberapa hal beda dengan 1x click.

Di bawah ini saya cobalah sharing sebagian type kalimat yang dapat kita pakai jadi pembuka tulisan, yang akan buat orang yang baca jadi ketagihan!

1. Kalimat yang informatif mungkin saja kemampuan paling utama. Disini, anda juga akan buat penasaran pembaca

Kalimat pembuka berupa informatif mungkin yaitu yang paling umum dipakai, karena memanglah dengan tehnik penulisan paling gampang. Kita cuma butuh mengemukakan satu kenyataan jadi pengantar tulisan, tanpa ada mesti banyak memoles dengan diksi-diksi yang melangit.

Tetapi meskipun cuma pembuka, serta bukanlah jadi inti tulisan, upayakan kenyataan yang kita berikan yaitu yang tidaklah terlalu umum terlebih kenyataan keras yang rasa-rasanya kebanyakan orang sudah mengetahui tanpa ada butuh kita kabarkan. Prinsipnya, makin kenyataan yang kita gunakan tidak sering di ketahui orang, makin ia punya potensi untuk menggelitik rasa keingintahuan pembaca. Contoh :

“India yaitu negara penghasil film paling produktif didunia. ”

Lantas untuk menguatkan kalimat ini, bisa kita berikan kenyataan pendukung pada kalimat-kalimat selanjutnya. “Dalam kurun saat setahun, jumlah film yang di produksi di India menjangkau 1. 600 buah film. Jadi perbandingan, film Hollywood yang di produksi di Amerika cuma menjangkau angka 600 kurun waktu yang sama. ”

Banding dengan kenyataan umum seperti, “Nasi goreng yaitu makanan enak ciri khas Indonesia, ” atau “Berolahraga sehari-hari juga akan buat badanmu sehat. ”

Tulisan yang bebrapa belum juga telah menjemukan begini otomatis juga akan memberikan indikasi pada pembaca kalau tulisan itu cuma juga akan bergelut sekitar beberapa hal sepele yang telah di ketahui umum.

2. Terkecuali informatif, unsur interaktif itu penting juga supaya pembaca ‘betah’ terlalu lama di tulisanmu

Sederhananya, kalimatif interaktif yaitu kalimat yang mengajak pembaca berhubungan, seperti satu dialog pada penutur serta pendengar.

Paling umum berupa direct question, dapat bertanya pengetahuan pembaca seperti “Tahukah anda, bla bla bla………. ” (type ini masih tetap terkait dengan keterangan nomor 1 mengenai kalimat kenyataan), bertanya pengalaman seperti “Apakah Anda sempat bla bla bla? ”, bertanya pendapat seperti “Apa yang juga akan Anda kerjakan kalau bla bla bla…. ” atau bentuk pertanyaan yang lain.

Dapat pula berupa perintah walau biasanya tidak betul-betul ditujukan untuk menyuruh. Saksikan contoh tersebut :

“Tutup matamu sesaat serta pikirkan wanita dangan muka terburuk yang sempat kau saksikan seumur hidupmu. Bila telah, kalikan sepuluh, kalikan sepuluh sekali lagi, lantas kalikan sekali lagi sepuluh. Nah, seperti tersebut rupa wanita yang ku jumpai barusan untuk dimuka rumahku. ”

3. Kalimat yang kontradiktif juga mungkin saja senjata ampuh untuk boost ketertarikan pembaca, lho! Gini contohnya

Kalimat kontradiktif dalam hal semacam ini dapat kalimat yang bertentangan dengan pendapat umum, atau memiliki kandungan unsur yang sama-sama berlawanan dalam satu kalimat terebut.

Baca Juga: Cara Membuat Kata Pengantar

Umpamanya :

“Nenekku menginginkan saya memperoleh pendidikan, jadi ia melarangku bersekolah. ”

Kalimat diatas yaitu ucapan seseorang antropolog terkenal, Margaret Mead. Lepas dari hal tersebut, rasa-rasanya siapa saja yang merasakan kalimat seperti itu dimuka tulisan pasti juga akan tergugah sebentar lalu ajukan pertanyaan, “Maksudnya? ” Lalu meneruskan membaca untuk mencari tahu maksud si penulis.