Mengenal Metode Pembayaran Jasa Arsitek

 

Jasa arsitek – Beberapa dari Anda masih ada yang bingung bagaimana cara membayar seorang arsitek. Tarif seorang arsitek dibedakan dalam beberapa metode. Hal ini disesuaikan dengan fasilitas dan jenis pembayarannya. Jika Anda masih belum tahu metode pembayaran yang digunakan, perlu menyimak ulasan ini.

Kali ini kami akan membagikan informasi metode pembayaran jasa arsitek. Silahkan menyimak ulasan dari kami berikut ini.

  1. Berdasarkan luas bangunan

Metode pembayaran pertama yang umum digunakan adalah berdasarkan luas bangunan. Biasanya ukuran yang digunakan adalah per meter persegi. Setiap arsitek mematok harga yang bervariasi. Misalnya seorang arsitek mematok biaya sebesar Rp.40.000,00. Sementara luas bangunan Anda sebesar 150m2, maka biaya jasa arsitek yang diperlukan sebesar Rp.6000.000,00.

Ada patokan tarif khusus untuk arsitek yang menangani konstruksi bangunan dengan tingkat keahlian yang tinggi. Tarif tersebut sebesar Rp.200.000,00 per meter persegi. Ada pula tarif pembayaran untuk bangunan sosial seperti masjid, gereja atau lainnya. tarif yang dikenakan sebesar 2,5% dari total nilai bangunan. Tarif ini berdasarkan aturan dari Ikatan Arsitek Indonesia.

 

  1. Berdasarkan jam konsultasi

Seorang arsitek tentunya menyediakan layanan konsultasi kepada kliennya. Nah, beberapa arsitek menetapkan tarif konsultasi tersebut secara terpisah. Tarif konsultasi tersebut bisa per jam atau setiap konsultasi dilakukan. Tergantung dari aturan masing-masing arsitek.

Biaya untuk layanan konsultasi setiap arsitek juga berbeda-beda. Hal ini tergantung dari tingkat keahlian dari si arsitek itu sendiri.

 

  1. Biaya tetap

Ada juga metode pembayaran tetap atau dikenal dengan istilah lump sum. Metode pembayaran ini sudah ditetapkan dan ditotal oleh arsitek. Sehingga kita tinggal membayarnya didepan atau setelah proyek selesai. Dengan metode ini, seorang klien tidak bisa bernegosiasi masalah harga. Semua sudah ditentukan oleh arsitek.

 

 

 

  1. Tarif untuk desain

Beberapa jasa arsitek menerapkan aturan biaya desain secara terpisah. Namun ada pula yang menerapkan biaya desain sudah ditotal sekaligus dalam biaya jasa konstruksi bangunan. Jika Anda berencana membangun rumah dengan cara design and built, maka biaya desain ini sudah dimasukkan pada biaya pembangunan. Artinya, Anda menyerahkan segala kebutuhan desain dan pengerjaan kepada arsitek.